Di Duga Oknum Kapolsek dan Anggotanya Lakukan Pemerasan Dengan Adanya Penganiayaan yang Dilakukan oleh Perangkat Desa dan Beberapa Warga Kepada Saudara M.T di Desa Teluk Sono Bonai Darussalam

Iklan Semua Halaman

Di Duga Oknum Kapolsek dan Anggotanya Lakukan Pemerasan Dengan Adanya Penganiayaan yang Dilakukan oleh Perangkat Desa dan Beberapa Warga Kepada Saudara M.T di Desa Teluk Sono Bonai Darussalam

16 Februari 2022



BUSER-NEWS – Pekan Baru, 16 Februari 2022.

Sesuai informasi yang didapat oleh tim Buser News dari salah satu keluarga Misron Tarihoran yaitu pendamping nya Ketua LSM Forum Bangsa Indonesia (FORBINDO) provinsi Riau kepada Media Online Buser News, tentang kronologis yang menimpa Bapak Misron Tarihoran selaku KORKAM Di wilayah PT. Hutahayan kec. Bonai Darussalam kab. Rokan Hulu Riau, tidak terima dengan adanya masalah terhadap keluarganya.


Konfirmasi yang didapat dari ketua DPP LSM Forum Bangsa Indonesia (FORBINDO) provinsi Riau menjelaskan tentang adanya pemerasan, penganiayaan, yang menimpa keluarga Bapak Misron Tarihoran selaku KORKAM di PT. HUTAHAYAN tersebut, hingga dipecat dari Perusahaan tanpa sebab. 


Misron ditahan di dalam sel selama 5 hari tanpa ada proses hukum dan alat bukti, saksi serta korban yang melaporkan. "Ini sudah sudah melanggar Undang-Undang HAM," kata ketua LSM DPP FORBINDO provinsi Riau kepada awak media. "Dan ini sudah melanggar kode etik kepolisian dan juga kode etik kepemerintahan desa," lanjutnya.


Sebagai mana diketahui bahwa polisi memiliki wewenang diskreasi dalam menjalankan tugasnya. Akibat diskreasi yang dimiliki, kepolisian sering menimbulkan kewenangan polisi dalam setiap tindakannya yang dibatasi oleh sebuah peraturan yaitu kode etik profesi. Kode etik berperan sebagai penjaga kehormatan profesi kepolisian. Selama ini Polri sering dituding melindungi anggotanya yang tidak serius menanggapi kasus-kasus korupsi, HAM, ilegal logging, narkoba, perjudian dan lainnya. Keanehan proses hukum berskala besar menjadi perhatian publik. Bukan lagi sekedar menyangkut oknum melainkan Polri sebagai institusi. Untuk itu Kepala Polri harus memulai tradisi baru untuk memihak dan menghargai anggota Polri yang bekerja sungguh-sungguh, jujur, aan pemikir cemerlang.


Musron Tarihoran yang di dampingi saudaranya yaitu Ketua LSM FORBINDO bersama Tim Media Buser News membuat laporan ke PROPAM POLDA Riau tentang dugaan adanya pemerasan dan penganiayaan oleh Aiptu Fahrzal serta kapolsek Bonai Darusallam. Dan Musron meminta agar Papolda tegas untuk memproses Kapolsek Bonai Darusallam bersama anggotanya, Aiptu fahrizal. Sebab sudah melanggar kode etik kepolisian dalam pengayom masyarakat.

(H. Fendy B. Purba)