Hotel De Paris di Razia, Ada Pengunjung Terpapar Covid-19

Iklan Semua Halaman

Hotel De Paris di Razia, Ada Pengunjung Terpapar Covid-19

10 Februari 2022




(Tim Dinas Pariwisata Kota Medan)


BUSER-NEWS – Sabtu, 5 Februari 2022

Polsek Medan Barat bersama anggota DPRD Kota Medan dan unsur Kecamatan melaksanakan razia di De Paris Hotel di Jalan Marsabut, Kelurahan Sei Agul, Medan Barat.


Ketika sampai di lokasi, sayangnya tim gabungan Kecamatan dan Polsek Medan Barat serta anggota DPRD Medan, Antonius bersama perwakilan warga, tepatnya di Lantai R atau Cello Sky Pool & Bar yang berada di lantai teratas De Paris Hotel, ternyata sudah didahului oleh Dinas Pariwisata Kota Medan.


Meski demikian puluhan pengunjung yang masih berada di lokasi langsung dilakukan pemeriksaan Swab Antigen, kemudian ditemukan seorang pengunjung asal Tembung, Kabupaten Deli Serdang positif Covid-19.


Kepada wartawan, Camat Medan Barat Lilik membenarkan saat razia langsung dilakukan pemeriksaan kepada pengunjung tempat hiburan, setelah diperiksa Swab Antigen hasilnya positif Covid-19.


"Razia ini karena adanya laporan keberatan dan keresahan warga akibat suara musik yang berasal dari Cello Sky Pool & Bar De Paris Hotel hingga larut malam, maka kami dari pihak kecamatan Medan Barat, bersama Polsek Medan Barat, dan Pak Antonius yang merupakan Anggota DPRD Medan langsung datang ke lokasi", ujar Lilik sembari menegaskan begitu sampai di lokasi sudah ada tim dari Dinas Pariwisata Kota Medan. 


"Jadi untuk pengunjung Covid-19, kita sudah mengetahui identitas dan berkordinasi dengan pihak Kabupaten Deli Serdang untuk penanganannya", katanya.


Camat menegaskan bahwa ia akan gencar melaksanakan penertiban tempat hiburan atau cafe melebihi batas jam yang ditentukan dalam PPKM Skala Mikro.


"Jadi langsung dibubarkan serta diberikan teguran dan sanksi kepada pemiliknya," tegasnya.


Sementara itu, Antonius menyampaikan bahwa razia ini diduga sudah 'bocor' karena sesampai di lokasi, para pengunjung sudah banyak berkeluaran, karena sudah lebih dahulu masuk Tim dari Dinas Pariwisata Kota Medan yang berada di lokasi. 


"Kita kecewa seharusnya pihak Dinas Pariwisata Kota Medan berkordinasi dan berkolaborasi dengan unsur Kecamatan, sebagaimana yang telah diinstruksikan Wali Kota Medan, Bobby Nasution", ucapnya.


Lanjutnya lagi, kedepan kejadian seperti ini tidak perlu terjadi harus ada koordinasi dan kolaborasi antara Dinas atau OPD dengan unsur kecamatan dalam setiap penindakan terhadap pelanggaran Perda.


"Jadi tidak main sendiri-sendiri dan harusnya saling berkordinasi dan berkolaborasi", ujarnya.


Antonius juga menyebutkan izinnya sudah menyalahi yang jelas berdampak merugikan PAD, awalnya izin tempat tinggal atau apartemen berlantai 7, lalu berubah fungsi jadi penginapan dan tempat hiburan.


"Kalau memang mau jadi tempat hiburan harus diuruslah izin serta kelayakannya, jangan sampai membuat warga resah akibat dentuman suara musik yang menganggu warga sekitar, harus ada sanksinya ini", ungkapnya lagi karena ini sudah merugikan Pemkot Medan dan warga.


Ditegaskan Antonius bahwa sebagai warga Kelurahan Sei Agul, kita meminta Pemkot Medan dibawah kepemimpinan Wali Kota Medan, Bobby Nasution harus menindaklanjuti hal ini dengan memerintahkan instansi terkait untuk menindak pemilik maupun pengelola De Paris Hotel.


Senada dengan itu, Magda seorang Ibu Rumah Tangga yang bermukim di Jalan Marsabut mengeluhkan suara musik dari Hotel De Paris.


Sejak beroperasi pada Oktober 2020 sudah meresahkan, ungkapnya, terlebih tiga bulan diawal operasinya musik dari Lantai R atau Lantai paling atas dari De Paris Hotel tersebut dentumannya sampai meretakkan kaca rumahnya.


"Jadi ini harus menjadi perhatian Pemkot Medan, kan ini daerah pemukiman warga. Kami merasa resah dan tidak nyaman dengan musik yang berasal dari dalam Hotel De Paris", tandasnya. 


Dari Pantauan awak media, tampak sejumlah mobil mewah milik pengunjung De Paris Hotel memakan setengah badan jalan.