SDN 21 DESA BELUTU DIDUGA MENGADAKAN PUNGUTAN LIAR DI SEKOLAH

Iklan Semua Halaman

SDN 21 DESA BELUTU DIDUGA MENGADAKAN PUNGUTAN LIAR DI SEKOLAH

11 Februari 2022


BUSER-NEWS – Kandis, 11 Februari 2022        Sesuai pantauan Media Online Buser News, di Desa Sei Belutu Kec. Kandis, informasi yang di dapat dari salah satu masyarakat  Desa Sei Belutu (yang tidak mau disebut nama nya) pada saat berkunjung, ada beberapa warga mungkin salah satu orang tua murid yang bersekolah di SDN 21 Desa Belutu mempertanyakan perihal Sekolah. Orang tua murid mengungkapkan curhat nya kepada awak media Buser News, bahwa di Sekolah SDN 21 Desa Belutu yang dikepalai oleh berinisial BS.S.Ag, banyak kejanggalan disekolah tersebut. Termasuk hal nya pengutipan sumbangan pembuatan fasilitas sumur bor.


Kemudian Tim Media Buser News langsung berkunjung ke sekolah untuk menjumpai pihak sekolah, ingin mempertanyakan kepada Kepala Sekolah terkait kebenaran keterangan dari pihak warga yang anaknya bersekolah di sekolah tersebut.


Tim mencari tau ternyata Kepala Sekolah juga jarang masuk ke sekolah, kata dari salah satu penjaga sekolah tersebut. Ini sudah diduga banyak kecurangan yang terjadi di sekolah tersebut. Pihak Media Buser juga menelfon pihak Korwil untuk memanggil Kepala Sekolah SDN 21 tersebut, mempertanyakan kebenaran terkait pungutan yang ditemui oleh pihak Media dari masyakat desa tersebut, dan juga belum ada jawaban sampai sekarang.


"Pengutipan sumbangan tersebut diutarakan Kepala Sekolah melalui Komite Sekolah," kata beberapa warga. "Tapi dipatokkan dengan biaya 75 ribu persiswa," kata warga kembali. Padahal sudah jelas di dalam peraturan Medikbud no.75 Tahun 2016 tentang Komite Sekolah, pada pasal 10 ayat (2): penggalangan dana dan sumber daya pendidikan berbentuk bantuan atau sumbangan, bukan pungutan.


"Pembatasan pungutan pada lingkungan sekolah karena satuan pendidikan tingkat dasar sudah mendapatkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), untuk apa lagi ada pengutipan disekolah atau pun sumbangan,"


Ini juga sudah diduga pungli. Sebab melanggar peraturan no. 87 tahun 2016 tentang satuan tugas sapu bersih pungutan liar, baik di pendidikan dan pemerintahan. Warga menerangkan masih ada lagi pungutan dari pihak sekolah dari 58 macam pungutan disekolah diantara nya; pungutan uang bangunan, dana sosial, iuaran pramuka, uang seragam. (H. Fendy B. Purba)