MASYARAKAT DESA KAMPUNG BEKALAR KM 49 DUSUN LEKO RESAH DISEBABKAN TANAH WAKAF DIDUGA TERJUAL

Iklan Semua Halaman

MASYARAKAT DESA KAMPUNG BEKALAR KM 49 DUSUN LEKO RESAH DISEBABKAN TANAH WAKAF DIDUGA TERJUAL

22 Maret 2022



BUSER-NEWS – KANDIS, 21 Maret 2022


Sesuai pantauan Media Online Buser News bersama Media Online Solidaritas Pers Indonesia (SPI), Pak Hutagaol dengan Ketua DPD LPM GSPI Provinsi Riau, Pak Herwin Sagala mendatangi wilayah dusun Leko km 53, yang telah diundang oleh masyarakat dusun Leko km 53, warga km 49, dan warga gelombang Desa Kampung Bekalar, kec. Kandis.


Dikarenakan tanah wakaf yang diibakan oleh alm. Hartoyo sebanyak 3ha, untuk pemakaman non-muslim (Nasrani) sebanyak 10.000m (1ha), pemakaman Muslim sebanyak 20.000m (2ha), total keseluruhan 30.000m (3ha) kepada warga, diduga ada surat yang didapat oleh warga bahwa tanah wakaf sudah ada keluar surat jual beli yang dijual oleh oknum tak bertanggung jawab atas penjualan diatas tanah wakaf tersebut.


Dan dikarenakan informasi yang telah disampaikan oleh warga dusun Leko km 53, dan warga km 49 serta warga gelombang yang mengetahui bahwa surat tersebut ditandatangani oleh pihak pertama yaitu ketua RT Mimin, maka dengan adanya kabar tersebut ketua RT Pasaribu dan ketua RT Safrizal mengumpulkan warga agar mematokkan kembali tanda perbatasan luas tanah wakaf dimaksud dan diketehui oleh tim media bersama ketua DPD LPM GSPI Provinsi Riau, Pak Herwin Sagala, agar seluruh masyarakat mengetahui luas tanah wakaf tersebut kembali.


"Sebab warga sudah marah dan resah akibat surat tanah tersebut ditandangani pihak pertama yaitu ketua RT Mimin, bukti surat foto copy yang ditandatangani oleh RT Mimin juga sudah disimpan untuk barang bukti nantinya," ungkap warga kembali.


Berpisah dari lokasi tim media bersama ketua DPD LPM GSPI, Pak Herwin Sagala, mendatangi pak Camat guna memintai keterangan oleh warga tersebut. Agar pak Camat dan jajarannya meninjau kembali tanah pengibaan wakaf untuk warga tersebut nantinya, bersama pihak KUA, dan aparat desa kampung Bekalar, Babinkamtibmas, Babinsa," ungkapnya kembali.

(H. Fendy B. Purba, Tim)